Menelisik Sejarah Singkat Tentang Asal-Usul
Desa Duwek Buter


Keberadaan suatu nama dari daerah tidak terlepas dari cerita masyarakat akan sejarah maupun asal usul terbentuknya suatu daerah. di Desa Duwek Buter sendiri memiliki banyak versi cerita yang dapat dijelaskan melalui beberapa bukti peninggalan bersejarah baik itu berbentuk fisik maupun cerita masyarakat.

Dapat dikisahkan pada zaman dahulu, Desa Duwek Buter merupakan wilayah yang rindang dengan pohon-pohon besar yang sangat lebat disetiap daerahnya. Pada suatu hari, ada seorang pangeran yang sedang mengembara dan saat ditengah perjalanan, pangeran tersebut lelah dan beristirahat. Pangeran merasa lapar dan mencari makanan, namun pangeran tidak menemukan makanan yang dapat dikonsumsi. Beberapa waktu berlalu ia melihat ada sebuah pohon yang berbuah, kemudian pangeran tersebut melesatkan anak panah nya untuk mengambil buah, buah tersebut adalah Buah Juwet atau dalam Bahasa Madura artinya "Duwek". Oleh karena itu desa ini dinamakan Desa Duwek Buter

Versi lain juga menjelaskan bahwa Desa Duwek Buter dahulunya adalah dataran yang penuh dengan Pohon Juwet (Duwek). Adanya Pohon Juwet ini berhubungan dengan cerita yang disebutkan oleh salah satu narasumber dimana zaman dahulu ada seorang yang semasa hidupnya sangat rakus, beliau dinamakan Buju' Budur. Semasa hidupnya, beliau yang memiliki nama asli Raden Hasan memakan semua Buah Juwet (Duwek) baik yang buahnya berwarna hitam, merah, maupun hijau. Jadi dapat dikatakan bahwa Desa Duwek Buter merupakan nama peninggalan Pohon Juwet (Duwek) yang telah dimakan oleh Buju' Budur yaitu Duwek Buter.


Di Desa Duwek Buter, terdapat beberapa makam yang dianggap keramat karena menurut masyarakat sekitar memiliki sebuah karomah, sehingga makam-makam tersebut dianggap keramat dan sering diadakan syukuran di makam tersebut. Adapun dua dari banyaknya makam yang cukup terkenal di Desa Duwek Buter adalah Makam Buju' Budur dan Makam Buju' Paiya

Buju' Budur sendiri memiliki nama asli Raden Hasan dan memiliki nama lain Syekh Amberung. Buju’Budu memiliki hubungan keturunan dari Buju’  Le’ Pale’ dimana beliau merupakan anak dari Sunan Cendana. Menurut cerita mayarakat. Buju’ Budur memiliki sebuah Karomah yang mana dulu ada sebuah pohon Duwek. Pohon tersebut dapat dimakan buahnya dari yang berwarna hitam. Merah, dan hijau sampai kepucuknya. Selain itu, beliau memiliki sebuah pusaka yang dapat membabat habis (nge-rebes) lahan dengan sendirinya. Sehingga menjadi nama sebuah dusun yaitu Rabesen. Buju’ ini memiliki peninggalan dua buah sumur. Menurut masyarakat sumur yang ada di Rabesen berjenis laki-laki dan sumur yang ada di Duwek Buter berjenis perempuan.

Kepercayaan masyarakat sekitar ketika kita berziarah ke Buju' Budur dan memiliki niat baik, InsyaAllah mendapatkan berkah keselamatan dari Allah SWT. Namun, jikakit amemiliki niat buruk, maka kita akan kehilangan arah dari tujuannya.

Buju' Paiya memiliki banyak versi cerita menurut masyarakat sekitar. Salah satu cerita yang cukup populer adalah tentang adanya seorang wanita yang sedang melakukan perjalanan jauh dan beliau merasa kelelahan dan akhirnya beristirahat di Desa Duwek Buter ini hingga akhirnya beliau meninggal karena kelelahan atau dalam bahasa madura artinya "Paiyah". Masyarakat percaya bahwa Buju' Paiya merupakan salah satu keturuanan dari Ulama.

Kepercayaan yang ada di Desa Duwek Buter ialah ketika seseorang bernazar dan berkeinginan saat nazarnya dikabulkan oleh Allah SWT akan melakukan syukuran ke Buju' Paiya, insyaAllah atas izin dari Allah SWT akan diberikan kemudahan.

- (Presti Surya Lesmana, KKN 56 UTM 19)

0 komentar:

Posting Komentar

Search

Bookmark Us

Delicious Digg Facebook Favorites More Stumbleupon Twitter